Suprihastiadi (2025)
Jenis giyougo paling dominan dalam anime.
Cuk Yuana (2020)
Campur kode Jepang-Inggris dalam lagu.
Asmarani & Eva (2020)
Perbedaan makna Totsuzen, Kyuu ni, Ikinari, Fui-ni.
Jatmika & Andari (2021)
Pemendekan kata serapan di Asahi Shinbun.
Damai Yani (2018)
Proses pembentukan kata di Minna no Nihongo.
Samsul Maarif (2020)
Perluasan makna kata warna berbasis kognitif.
Ernayati et al. (2022)
Pemerolehan bahasa anak perkawinan lintas negara.
Devy Andriani (2022)
Analisis morfologi & semantik bahasa gaul Jepang.
Dance Wamafma (2025)
Kesalahan masif (75-90%) pada konsep uchi-soto.
Igat Meliana (2020)
Efektivitas kartu kwartet dalam kosakata gairaigo.
Betty & Heru (2021)
Kesulitan membedakan -te morau & -te kureru.
Najma & Rita (2022)
Shadowing efektif meningkatkan kemampuan menyimak.
Muliadi et al. (2022)
Kecemasan tinggi pada pembelajaran online.
Angga & Mintarsih (2025)
Kesenjangan instruktur akademik vs ex-magang.
Revisya et al. (2025)
Representasi mitigasi bencana dalam buku ehon.
Gadis & Umul (2019)
Fenomena tokoh 2D sebagai 'istri' di Indonesia.
Laras & Luluk (2020)
Hiperbola & Personifikasi pada kemasan Jepang.
Dina & Susy (2021)
Unsur Shinto dalam Enen no Shouboutai.
Lufi & Fatmawati (2021)
Kesulitan pada keigo & High Context Culture.
M. Kamraju (2025)
Peran Omotenashi & Keigo dalam loyalitas konsumen.
by hiwane