Livoa LogoLivoa
Skala Pengukuran
Ciri Utama
Contoh Variabel
1. Nominal
Kategori/Label. Angka hanya sebagai pembeda, tidak memiliki urutan atau tingkatan.

1. Golongan Darah (A, B, AB, O)

2. Status Pernikahan (Lajang, Menikah, Cerai, Duda/Janda)

3. Merek Kendaraan (Honda, Toyota, Suzuki, dll.)

4. Asal Daerah (Jakarta, Bandung, Surabaya, dll.)

2. Ordinal
Urutan/Peringkat. Menunjukkan tingkatan, namun jarak antar tingkatan tidak dapat diukur atau tidak sama.

1. Tingkat Kepuasan Pelanggan (Sangat Puas, Puas, Cukup, Tidak Puas)

2. Tingkat Pendidikan (SD, SMP, SMA, S1, S2, S3)

3. Peringkat Lomba (Juara 1, Juara 2, Juara 3)

4. Skala Tingkat Nyeri (1-10, dimana 10 paling sakit)

3. Interval
Jarak Bermakna. Memiliki urutan dan jarak yang sama antar data, namun tidak memiliki titik nol mutlak (0 tidak berarti "tidak ada").

1. Suhu (dalam Celcius atau Fahrenheit). 0°C bukan berarti "tidak ada panas".

2. Skor IQ. Skor 0 tidak berarti "tidak ada kecerdasan".

3. Skor Tes TOEFL. Skor 0 tidak berarti "kemampuan bahasa nol".

4. Ketinggian Permukaan Laut (mdpl). 0 mdpl adalah titik acuan, bukan "tidak ada ketinggian".

4. Rasio
Nol Mutlak. Skala terkuat; memiliki urutan, jarak bermakna, dan memiliki titik nol mutlak (0 berarti "tidak ada" atau "kosong").

1. Berat Badan (kg). 0 kg berarti "tidak ada berat".

2. Harga Barang (Rupiah). Rp 0 berarti "gratis" atau "tidak ada harga".

3. Durasi Waktu (detik, menit, jam). 0 detik berarti "tidak ada waktu yang berlalu".

4. Jumlah Anak dalam Keluarga. 0 berarti "tidak memiliki anak".

Teks to tabel

by Zandi

0
0 uses